oleh

Fadlul minta PPKM di Paser di Evaluasi : UMKM itu bisa Injak Rem tapi jangan matikan mesinnya

Nmcborneo.com, Tana Paser – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai tidak berpengaruh besar terhadap upaya meredam penyebaran Covid -19 di Kabupaten Paser. Hal tersebut disampaikan Dewan Penasehat Kadin UMKM Kabupaten Paser Fadlul Chaliq, Minggu (31/01/2020).

Fadlul mengatakan penerapan PPKM di Kabupaten perlu di kaji ulang agar upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sejalan dengan perputaran Perekonomian disegala sektor, termasuk bagi pelaku usaha UMKM yang mencari nafkah di malam hari.

“saya lebih setuju jika penekanannya dipertajam di penerapan protokoler kesehatannya, bukan membatasi jam usahanya. Inikan kasian pelaku usaha yg buka jam 20:00 kalau jam 22:00 sudah ditutup” ungkapnya kepada Media

Interaksi manusia di tempat – tempat usaha malam menurutnya bisa dikontrol baik physical distancing, penggunaan masker, maupun mencuci tangannya. Bahkan hampir semua pelaku usaha UMKM dimalam hari sudah menyediakan beberapa fasilitas seperti Handsanitizer

“Apa bedanya dengan pelaku usaha disiang hari, faktanya dengan patuh terhadap prokes belum ada kita temukan Cluster Warung makan, Kedai Kopi, Pasar, kandilo plaza dan lain lainnya, karena yang dibutuhkan memang disiplin menjalankan protokoler itu tadi.” paparnya

Sebelumnya Fadlul mengaku bertemu dengan beberapa pelaku UMKM yang berkeluh kesah terhadap anjloknya omset mereka, bahkan beberapa akhirnya tutup total karena keterbatasan kemampuan finasial.

“Saya pikir kita semua mau sehat, dan semoga tetap sehat, edukasi masyarakat untuk Taat Protokoler Kesehatan dalam setiap usahan dan aktifitas lainnya, tapi jangan bunuh usaha mereka, coba liat Indonesia baru aja lucurkan program wakaf, masa masyarakat yang hidup mereka bergantung dengan usaha yang ada dimalam hari kemudian kita batasi mereka”

“Jika diperpanjang, Kita ini perlu panduan kebijakan yang lebih jelas kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi pelaksanaan kebijakan yang diberlakukan tanpa ada yg merasa didiskriminasi, kita perlu menginjak rem tanpa harus mematikan mesinnyaā€¯ tandasnya [AR/Redaksi]

Komentar