oleh

Keluarga Besar SMPN2 Belengkong Gelar Pesantren Ramadhan, Bangkitkan Cinta Al-Qur’an Bagi Pelajar Sekolah Umum.

TANA PASER, Nmcborneo.com – Semarak Ramadhan 1443 H dirasakan sangat khidmat bagi Keluarga Besar SMP Negeri 2 Pasir Belengkong. Setidaknya setelah kurang lebih 2 tahun dunia pendidikan terisolasi karena wabah covid 19, teranyar mereka menggelar Pesantren Ramadhan 1443 dan Buka Puasa Bersama.

Pembina keagamaan SMPN 2, Restu Aulia,S.Pd.I mengatakan bahwa sederet kegiatan yang dimulai sejak hari senin sampai hari kamis (4-7/04/22) merupakan upaya membentuk karakter bagi peserta didik yang mengikuti giat tersebut.

banner

“Ini sekaligus menjadi momentum agar peserta didik semakin cinta kepada Al-Qur’an. Sebagaimana tema yang kami angkat,”Hidup Mulia dengan Al Qur’an,” Ungkap Restu kepada Nmcborneo.com pada Kamis,(07/04/22) sore.

Ia berharap melalui momentum Pesantren Ramadhan nantinya bagi peserta didik kelas 7 dan 8 yang belum bisa membaca al qur’an akan ada bimbingan khusus untuk membaca al qur’an. Sedangkan yang masih terbata-bata akan direkomendasikan untuk mengaji di TPA BKPRMI.

“Sekalipun kami ini sekolah umum, namun banyak sekali moment sebagai pembina keagamaan yang sudah di tetapkan di kalender pendidikan. Mulai Isro Mi’raj, Maulid Nabi Muhammad Saw, Manasik Haji, pergantian tahun baru Islam. Dan yang berlangsung saat ini pesantren ramadhan,” Lanjutnya

Restu Aulia juga berharap pesantren ramadhan bisa menjadi bagian atau tradisi di dunia pendidikan dan terjadwal di kalender pendidikan. “Ini sebagai upaya ke peserta didik agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagaimana dari setiap visi dan misi sekolah yang mengharapkan ada kolaborasi antara pendidikan Islam dan umum.”Pungkasnya.

Senada, Kepala sekolah SMPN 2 Paser Belengkong Lukman Sunaryadi,S.Pd turut berharap agar pesantren Ramadhan tidak hanya menjadi seremonial semata, namun dapat memberikan dampak positif bagi seluruh yang hadir baik dari tenaga pendidik maupun bagi peserta didik.

“Tentu harus memiliki tujuan, setidaknya menjadi pengalaman dasar tentang keagamaan agar bisa membimbing diri agar menjadi anak sholeh,” Ungkap Lukman dalam sambutannya.

Menurutnya, realitanya anak remaja masa sekarang terkadang tidak berfikir dengan jernih dan hanya ikut ikutan. “Lewat pesantren ini dengan melibatkan akal pikiran. Sehingga bertahap hati ini tersentuh,” terangnya.

“Melalui momentum ini, mari kita belajar berpikir tentang kehidupan sehari-hari, terutama dengan selalu mempelajari al qur’an.” Pungkasnya.

Pesantren Ramadhan ditutup dengan kultum oleh al Ustdz Azmi,S.Ag., M.Pd.I, dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah untuk peserta terbaik 1,2 dan 3 dari peserta kelas 7 dan 8. [Redaksi]

Komentar