oleh

Ketum HMI Balikpapan Desak Kapolri Copot Kapolresta Balikpapan pasca diperlakukan secara represif dan intimidatif oleh oknum Polisi dan Ormas saat Aksi Suarakan Tolak Kenaikan BBM

Balikpapan, Nmcborneo.com – Imbas dari tindakan represif dan intimidatif yang dilakukan oleh oknum kepolisian dan salah satu ormas terhadap massa aksi di Balikpapan pada jum’at, 09 September lalu. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan Rafsyan H menyatakan mengecam atas tindakan yang juga menimpa dirinya tersebut.

Rafsyan menjelaskan bahwa tindakan represif serta intimidatif dirasakan saat HMI Cabang Balikpapan melakukan aksi terkait Penolakan Kenaikkan BBM dan Penolakan Presiden dan/atau Wakil Presiden di Balikpapan hingga pencabutan kebijakan atas Kenaikan BBM tersebut.

banner

“Sudah terjadi 2 kali tindakan represif dan juga tindakan intimidatif yang dilakukan oleh oknum kepolisian ini. Dan secara jelas tadi Kepalan Bagian Operasi (Kabag Orps) menunjuk-nunjuk dan mengarahkan anggota nya,” Ungkapnya saat dihubungi Nmcborneo.com pada Sabtu, (10/09/22) malam.

Ketua umum HMI Cabang Balikpapan mengaku kecewa dengan perlakuan yang melawan hak demokrasi atas kebebasan berpendapat tersebut. Dirinya mengatakan bahwa Kapolresta Balikpapan menjadi yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini. “Kejadian tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada instruksi secara terorganisir,” Tegas Rafsyan.

Rafsyan menjelaskan bahwa kejadian serupa sudah terjadi 2 kali. Sebelumnya, massa aksi aliansi Balikpapan yang bergerak ada yang terkena pukul, terlempar dan terjatuh akibat water canon sehingga memakan korban luka-luka. “Terus kemudian HMI Balikpapan 11 orang ditangkap termasuk saya, 8 dari 11 orang yang ditangkap dipeteng dan ada yang dicekik, serta hampir dipukul oleh oknum aparat kepolisian maupun ormas”, terangnya.

Ketua umum HMI Balikpapan tersebut turut mempertanyakan dengan kinerja kepolisian dalam hal ini terkait pengawalan aksi demonstrasi. “Pada saat awal massa aksi tadi datang, kami diintimidasi oleh oknum ormas dan mereka mengancam jika berorasi atau melaksanakan aksi, tapi yang terjadi pihak kepolisian hanya berdiam padahal jelas melihat tindakan tersebut,” lanjut Rafsyan

Berdasarkan pembahasan di internal HMI, patut diduga ini merupakan kelalaian pihak kepolisian atau mungkin sebaliknya bisa juga diduga ini sengaja dibiarkan. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan mendesak Kapolri bertindak tegas terhadap kepolisian khususnya Polresta Balikpapan.

“Kami mendesak Kapolri dalam hal ini bertindak tegas berkenaan dengan tindakan represif dan intimidatif kepada massa aksi dalam upaya penyampaian pendapat dimuka umum dengan mencopot yang bertanggung jawab yaitu Kapolresta Balikpapan” Tegasnya.

FC / Redaksi

Video kejadian https://www.instagram.com/reel/CiUlULoKnjs/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Komentar