oleh

Kue Basah, si Primadona Acara Kecintaan Semua Kalangan

Tana Paser, Nmcborneo.com – Primadona acara adalah ungkapan yang tepat bagi kue basah. Apapun jenis acaranya, dimanapun tempatnya, selagi wilayah itu masih Indonesia, kue basah pasti selalu hadir untuk turut serta memeriahkan acara.

Rasanya yang lezat dan ragamnya yang banyak membuat kue basah selalu jadi favorit berbagai kalangan. Jenis kue ini biasanya terbuat dari tepung terigu, sagu, gula, santan, atau ketan yang berpadu menciptakan rasa manis legit dengan beragam rupa.

banner

Membuat kue basah tentu terlihat mudah. Hanya membutuhkan bahan dasar yang murah dan peralatan sederhana. karena kemudahannya, kue basah menjadi salah satu produk UMKM andalan para pelaku usaha rumahan.

Wahdah salahsatunya, masyarakat mengenalnya dengan UKM “Wahdah Rafara” hingga saat ini, terhitung sudah 12 tahun dirinya berkecimpung di dunia kuliner kue basah.

Kue yang dijual wahdah pun beragam, mulai dari kue basah tradisional, roti, kue kering sampai kue modern bisa tangan dinginnya buat. Di kalangan konsumennya, Wahdah berkomitmen bahwa selagi kue tersebut mampu dia buat, maka pesanan yang datang akan dia terima.

“Biasanya ada yang pesan dari WhatsApp, atau ada yang datang. Kalo kue yang dijual beragam. Biasanya orang pesan kayak snack kotakan gitu, cuma yang paling khas dan dikenal itu Kue Basah Nona Manis. Karena itu saya dikenal orang,” kata wardah, Jum’at (9/12/2022).

Nona Manis merupakan kue hijau mungil dengan tambahan santan yang telah berbentuk fla ditengahnya. Mirip dengan kue pandan, nona manis memiliki tekstur lembut dan kenyal.

” Saya jual nona manis biasanya permika, ada yang isi 8 ada yang isi 6, kalo isi 8 saya jual kisaran 12-13 ribu, sedangkan yang isi 6 harganya 10 ribu,”

Menurut wardah, dengan penyimpanan yang tepat ia yakin produk nya dapat bertahan maksimal 19 jam terhitung dari jam 5 subuh sampai jam 12 malam.

Berdasarkan tertimoni dari beberapa konsumen, kue miliknya bahkan bisa bertahan lebih dari 24 jam. Wardah sangat menyarankan untuk menyimpan kue basah khususnya olahan santan didalam kulkas sehingga daya tahan kue lebih lama.

“Kemaren ada waktu itu chef dari ciamis, dia bawa dari sini (Nona Manis) sekitar jam 8 pagi, dan dicoba jam 2 malam katanya gk basi,” jelas wardah.

Selain berjualan secara online melalui media online seperti WhatsApp, facebook Wahdah Rafara, dan Instagram dengan username wahdahrafara.bakery. wahdah juga menjajakan produknya di toko offline yang berada di jalan DI Panjaitan dekat SMP N 2 Tanah Grogot, dan diberbagai event yang diadakan pemerintah.

“Saya ikut namanya teras UMKM, jualannya di depan guest house yang baru, didekat kantor camat (guest house Anis) itu khusus untuk oleh-oleh, atau pas CFD (Car Free Day) di hutan kota, sebenarnya biarpun gak CFD biasanya saya tetap jualan disana (depan hutan kota),” tuturnya.

Produk kue basah dan roti olahan wardah sudah mempunyai sertifikat izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang diberikan oleh Bupati atau Walikota melalui Dinas Kesehatan. Sertifikat ini mengacu bahwa pangan hasil produksi yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan yang telah ditentukan.

“Selain belajar sendiri (otodidak) ikut kursus juga, itu chefnya dari luar Kalimantan. Kita awalnya diberi arahan, kalo khusus untuk ketemu chefnya biasanya kita kumpul di samarinda atau Balikpapan,” katanya.

Dalam berkecimpung di dunia kuliner kue basah, wardah berprinsip untuk selalu menyajikan yang terbaik “kita enak maka pembeli juga enak” pungkasnya.

Penukis : Mekka Madinah

Komentar